Perjanjian Perkawinan sebagai Instrumen Perlindungan Hak Atas Tanah bagi WNI dalam Perkawinan Campuran dengan WNA Ditinjau dari UUPA

Authors

  • Yanti Agustina PUI-PT Hukum Pertanahan, Fakultas Hukum, Universitas Prima Indonesia, Medan 20118, Sumatera Utara
  • Suhaila Zulkifli PUI-PT Hukum Pertanahan, Fakultas Hukum, Universitas Prima Indonesia, Medan 20118, Sumatera Utara https://orcid.org/0009-0005-8194-8972

DOI:

https://doi.org/10.59011/vjlaws.5.4.2026.736-746

Keywords:

Marriage agreement, Mixed marriage, Land rights

Abstract

Mixed marriages between Indonesian citizens and foreign nationals give rise to legal issues concerning the ownership and protection of land rights held by Indonesian citizens. This study examines the legal position of a prenuptial or postnuptial agreement as a legal instrument for protecting the land rights of Indonesian citizens in mixed marriages under the Basic Agrarian Law (UUPA), as well as the legal consequences arising when no agreement on the separation of assets is made. This research employs a normative juridical method with a descriptive-analytical approach. The analysis is conducted through a statutory approach and a conceptual approach. The findings indicate that a marriage agreement serves as an important legal instrument for establishing the separation of assets between spouses in a mixed marriage. Such separation provides legal protection for land rights held by Indonesian citizens by preventing those rights from being treated as part of jointly owned marital property involving a foreign national. In the absence of an agreement on the separation of assets, the legal consequences may affect the status and legal protection of land rights held by the Indonesian spouse, particularly in view of the UUPA's restrictions on land ownership by foreign nationals. Accordingly, a marriage agreement provides legal certainty and functions as a preventive instrument to safeguard the land rights of Indonesian citizens while maintaining compliance with the principles and restrictions established under Indonesian agrarian law.

References

Alhamdani, Abdul Kodir. Hukum Harta Bersama di Indonesia: Analisis Hukum Progresif dan Kemaslahatan. Guepedia, 2023.

Andriani, Dian, Bambang Santoso, dan Oksidelfa Yanto. “Pemisahan Harta Perkawinan Campuran dan Akibat Hukumnya jika Diwariskan Tanpa Wasiat pada Anak Berkewarganegaraan Ganda.” Jurnal Lex Specialis 1, no. 1 (2020). https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/jlsp/article/view/6501.

Ati, Maulida Putri Restuning, Yudhia Ismail, and Wiwin Ariesta. “Akibat Hukum Dan Status Harta Dalam Perkawinan Campuran.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory 3, no. 3 (2025): 2371–2381. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1279.

Aulia, Zahra Maulida, dan Gunawan Djajaputra. “Pengaturan Hukum Hak Atas Tanah dalam Perkawinan Campuran Menurut Undang-undang Pokok Agraria.” UNES Law Review 6, no. 4 (2024): 10873–10879. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.2062.

Bakarbessy, Leonora, dan Sri Handajani. “Kewarganegaraan Ganda Anak dalam Perkawinan Campuran dan Implikasinya dalam Hukum Perdata Internasional.” Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan 17, no. 1 (2012): 1–9. https://doi.org/10.30742/perspektif.v17i1.89.

Budiartha, I Nyoman Putu. “Dilema Penegakan Hukum Putusan MK No. 69/PUU-XIII/2015 (Persoalan Perkawinan Campuran Tanpa Perjanjian Kawin).” NOTARIIL Jurnal Kenotariatan 2, no. 1 (2017): 1–12. https://doi.org/10.22225/jn.2.1.151.1-12.

Gotama, Robi, Soerya Respationo, M. Tartib, Erniyanti, dan Ramon Nofrial. “Analisis Yuridis terhadap Peranan Notaris dalam Pembuatan Perjanjian Perkawinan untuk Mewujudkan Kepastian Hukum (Studi Kasus Kantor Notaris Hendy Bkry Agustino Kota Tanjung Pinang).” UNES Law Review 6, no. 1 (2023): 3844–3851. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1196.

Harahap, Annisa Pebrina, dan Hening Hapsari Setyorini. “Kedudukan Harta Bersama dalam Perkawinan Campuran Antara Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing.” UNES Law Review 6, no. 2 (2023): 6027–6038. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1440.

Hutagalung, Arie Sukanti, Wilbert D. Kolkman, Leon C.A. Verstappen, Ida Nurlinda, Hendriani Parwitasari, Marliesa Qadariani, Suparjo Sujadi, dan Fokke Jan Vonck. Hukum Pertanahan di Belanda dan Indonesia. Disunting oleh Arie Sukanti Hutagalung, Leon C.A. Verstappen, Wilbert D. Kolkman, dan Rafael Edy Bosko. Denpasar: Pustaka Larasan, 2012.

Iliyin, Inya Nuansa, Rihantoro Bayuaji, dan Khusnul Yaqin. “Kedudukan Hukum Perjanjian Kawin pada Masa Perkawinan yang Dibuat dihadapan Notaris.” Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra 1, no. 2 (2023): 79–91. https://doi.org/10.38156/jihwp.v1i2.115.

Khairiza, Amalia, Muhammad Yamin, Syafrudin Kalo, dan T. Keizerina Devi A. “Status Hak Milik Atas Tanah bagi Perempuan Warga Negara Indonesia yang Menikah dengan Warga Negara Asing.” Jurnal Hukum Al-Hikmah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat 4, no. 3 (2023): 1–34. https://doi.org/10.30743/jhah.v4i3.7871.

Medahalyusa, Jeanette Agire, and Achmad Busro. “Akibat Hukum Pembatalan Perjanjian Yang Dibuat Atas Dasar Penyalahgunaan Keadaan.” Notarius 16, no. 2 (2023): 631–647. https://doi.org/10.14710/nts.v16i2.38358.

Mulyati, Dewi. “Pelaksanaan Perjanjian Pemisahan Harta dalam Perkawinan Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Asing.” Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan 5, no. 2 (2017): 263–282. https://doi.org/10.29303/ius.v5i2.460.

Nikmah, Hilda Yuwafi. “Pembagian Harta Bersama Akibat Perceraian dari Perkawinan Campuran Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kaidah Hukum Perdata Internasional.” Privat Law, no. 6 (November 2014–Februari 2015): 73–79.

Permatasari, Risma. “Akibat Hukum Perseroan Terbatas yang Didirikan oleh Suami Istri Tanpa Perjanjian Kawin.” Mimbar Keadilan 14, no. 28 (2018): 225–236. https://doi.org/10.30996/mk.v0i0.1783.

Prawirohamidjojo, R. Soetojo, dan Marthalena Pohan. Hukum Orang dan Keluarga (Personen en Familie-Recht). Surabaya: Airlangga University Press, 1995.

Pratama, Arun. “Implementasi Percampuran Harta Bersama dan Harta Bawaan dalam Perkawinan (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Nomor 0189/Pdt.G/2017/PA.Smg).” Jurnal Ius Constituendum 3, no. 1 (2018): 15–26. https://doi.org/10.26623/jic.v3i1.861.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015.

Rachman, Rahmia, Erlan Ardiansyah, and Sahrul. “Tinjauan Yuridis Terhadap Kepemilikan Hak Atas Tanah Dalam Perkawinan Campuran.” Jambura Law Review 3, no. 1 (2021): 1–18. https://doi.org/10.33756/jlr.v3i1.6857.

Santosa, Lia Wanadriani. “AS-Indonesia Jadi Perkawinan Campuran Terbanyak di Jakarta.” ANTARA News, 23 September 2025. https://www.antaranews.com/berita/5127316/as-indonesia-jadi-perkawinan-campuran-terbanyak-di-jakarta.

Septiawan, Aislie Anantama. “Perjanjian Perkawinan pada Perkawinan Campuran dalam Kepemilikan Tanah di Indonesia.” Lambung Mangkurat Law Journal 2, no. 1 (2017): 62–74. https://doi.org/10.32801/abc.v2i1.40.

Sutikno, Gusti Muhammad Faruq Abdul Hakim, dan Hudi Asrori. “Kekuatan Hukum Pencatatan Perjanjian Perkawinan bagi Para Pihak (Studi Kasus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta).” Jurnal Privat Law 6, no. 2 (2018): 205–210. https://doi.org/10.20961/privat.v6i2.25594.

Syafa’ah, Naila. “Advokasi: Peran Organisasi Perca Indonesia Mengatasi Permasalahan Keluarga Perkawinan Campuran (Studi di Kantor Organisasi Perca Pasuruan Jawa Timur).” Sakina: Journal of Family Studies 3, no. 2 (2019): 1–10. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jfs/article/view/276.

Syahar, Saidus. Undang-Undang Perkawinan dan Masalah Pelaksanaannya Ditinjau dari Segi Hukum Islam. Bandung: Alumni, 1981.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Yuvens, Damian Agata. “Analisis Kritis terhadap Perjanjian Perkawinan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015.” Jurnal Konstitusi 14, no. 4 (2017): 799–819. https://doi.org/10.31078/jk1445.

Zalsabilla, Gita Laksmi, dan Yana Indawati. “Pembagian Harta Bersama dari Perkawinan Campuran Beda Negara Tanpa Perjanjian Kawin.” Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law 7, no. 2 (2024): 305–316. https://doi.org/10.21111/jicl.v7i2.11332.

Downloads

Published

2026-11-05

How to Cite

Perjanjian Perkawinan sebagai Instrumen Perlindungan Hak Atas Tanah bagi WNI dalam Perkawinan Campuran dengan WNA Ditinjau dari UUPA. (2026). Verdict: Journal of Law Science, 5(4), 736-746. https://doi.org/10.59011/vjlaws.5.4.2026.736-746

Most read articles by the same author(s)